Wanita-wanita Inspiratif Pendiri Startup

Kemudahan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari menjadi sebuah alasan mengapa bisnis startup mulai menjamur di Indonesia. Pemain bisnis ini tidak hanya untuk pria saja tetapi ada banyak juga para pendiri startup wanita yang menandai eksistensinya sebagai seorang pemain bisnis digital yang sangat tangguh. Mendirikan sebuah bisnis startup membutuhkan kreativitas dan juga memiliki tekad yang kuat. Wanita-wanita yang satu ini sangat berani untuk berkecimpung di dunia digital meskipun tidak memiliki latar belakang IT atau programmer. Berikut ini beberapa wanita inspiratif yang berhasil mendirikan bisnis startup. Berikut diantaranya.

Blog | Legal Startup

 

Nulisbuku – Aulia Halimatussadiah

Perempuan pendiri startup yang pertama kita bahas adalah Aulia Halimatussadiah. Kegemaran Aulia terhadap buku telah menginspirasinya untuk membuat sebuah platform online self-publishing bernama NulisBuku. Mulanya, Aulia menaruh kepedulian kepada para penulis daftar bola tangkas yang kesulitan ketika ingin menerbitkan buku. Proses kerjasama dan kesepakatan dengan pihak penerbit umumnya cukup susah. Akhirnya pada 8 Oktober 2010, Aulia bersama tiga rekannya, Brilian Yotenega, Oka Pratama dan Angel secara resmi meluncurkan startup barunya sebagai solusi atas problem para penulis tersebut.

Success Story, Aulia Halimatussadiah Pendiri Nulisbuku.com

Nulisbuku didesain sangat sederhana dan mudah untuk diaplikasikan oleh para penulis. Pembagian keuntungannya adalah 60% untuk penulis dan 40% untuk pihak Nulisbuku. Aulia sendiri juga menulis sebanyak 27 buku, yaitu terkait bidang penerbitan buku dan teknologi yang membuatnya terpilih sebagai Kartini Next Generation, Inspiring Woman in ICT 2013. Nominasi ini diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.

 

Female Daily – Hanifa Ambadar

Female Daily adalah platform media online yang khusus ditujukan bagi kaum perempuan. Hanifa memulai Female Daily dari sekadar blog fashion personal pada tahun 2005. Akhirnya kini Female Daily berkembang menjadi media informasi yang terbilang besar. Platform ini tidak hanya menjadi tempat bagi kaum hawa untuk membaca informasi yang ada terkait kehidupan mereka, tetapi juga menjadi sebuah wadah bagi komunitas yang dibentuk di dalamnya.

Biografi Hanifah Ambadar, Blogger Sekaligus CEO Female Daily Network - Biografi.co.id | Biografi Tokoh Indonesia dan Dunia

Melalui komunitas inilah para perempuan yang menjadi anggotanya dapat saling berbagi ulasan seputar produk-produk khusus perempuan serta berpartisipasi juga dalam forum diskusi yang telah dibuat mereka. Keunikan media inilah yang membuat Hanifa mampu menjaring banyak klien untuk memasang iklannya dan banyak juga perempuan yang membuat media ini menjadi konsultan yang paling dicari untuk menemukan solusi terkait perempuan. Female Daily dikabarkan mendapatkan pendanaan hampir USD 1 Juta (Sekitar 13 Miliar Rupiah) untuk ekspansi bisnisnya tersebut.

 

DOKU – Nabilah Alsagoff

Kalian yang berkecimpung di dunia e-commerce pasti sudah pernah mendengar DOKU. Platform pembayaran online terbesar di Indonesia ini dikelola oleh seorang wanita Indonesia yang cerdas. Pendiri startup ini adalah Nabilah Alsagoff. Awalnya, Nabilah menemukan masalah seputar kesulitan pembayaran online. Ia akhirnya membuat suatu solusi menguntungkan bagi problema transaksi di masyarakat tersebut.

Nabilah Alsagoff: Belanja Online Tak Perlu Ribet - Bisnis Tempo.co

DOKU telah melayani perusahaan besar seperti Air Asia dan Sinar Mas. Nabilah sebenarnya bukan orang baru di ranah bisnis digital, ia sudah memulai bisnis e-payment pada tahun 2002 yaitu saat ia masih menjadi konsultan bagi Kementerian Pariwisata Indonesia. Pada waktu itu kasus yang ditanganinya adalah bagaimana membangun portal untuk membantu meningkatkan kembali industri pariwisata Bali pasca kejadian bom Bali yang dampaknya berskala internasional. Pengalaman inilah yang akhirnya membuatnya menjadi pembicara di banyak komunitas dan acara bisnis digital, semacam Startup Asia Jakarta 2014.

 

Berry Kitchen – Cynthia Tenggara

Perempuan pendiri startup selanjutnya adalah Cynthia Tenggara. Cynthia membangun bisnis catering online-nya dengan tujuan memberikan solusi bagi para pekerja yang kesulitan menemukan makan siang harian yang terjangkau, sehat, langsung dikirimkan ke tempat pemesan, bersih, dan bisa pilih sendiri menunya.

Womanpreneur: Cynthia Tenggara, Founder & CEO Berry Kitchen - kumparan.com

BerryKitchen dikabarkan telah menerima seed funding sebesar Rp 500 juta dari ANGIN, sebuah jaringan angel investment yang dikembangkan oleh Global Entrepreneurship Program Indonesia (GEPI), belum lama berlalu Berrykitchen pun telah mendapatkan investasi 1,25 juta dolar Amerika (tepatnya Rp 16,6 miliar) dari Sovereign’s Capital. Hingga kini, kalangan pekerja, terutama di ibu kota banyak yang mengenal jasa layanan catering online sehat ini.

 

Qerja – Veronika Linardi

Qerja memiliki visi yaitu meningkatkan tingkat kepuasan karyawan Indonesia terhadap tempat kerjanya masing-masing. Veronika Linardi adalah pencetus dan Founder/CEO yang membangun portal komunitas dunia kerja tersebut. Bagi para jobseeker, biasanya ada satu hal yang sebenarnya penting untuk diketahui, tentang sebuah kantor atau perusahaan yang ingin dilamar. Hal itu adalah perihal gaji dan ulasan soal bagaimana perusahaan memperlakukan karyawannya.

CEO Qerja Veronika Linardi di Tech in Asia Jakarta 2015

Sayangnya, memang tidak banyak informasi yang bisa diperoleh soal berapa gaji di kantor-kantor yang dituju. Fenomena ini terjadi karena masih sedikit orang yang secara terbuka membicarakan secara jujur berapa gaji mereka dan bagaimana pengalaman kerja mereka. Tak berapa lama sejak dirilis, tepatnya Februari 2015 lalu, Qerja telah sukses menerima aliran investasi dari beberapa investor dan stakeholder untuk mengembangkan bisnisnya.

 

HijUp – Diajeng Lestari

Pada tahun 2011, Diajeng mendirikan HijUp. HijUp ini adalah e-commerce B2C (Business to Customer) dengan konsep fashion mall yang secara khusus menjual barang-barang fashion bagi wanita muslim di Indonesia. Hingga kini, telah tersedia lebih dari 120 brand dari para desainer lokal yang tergabung dalam website-nya. investor, pihak 500 Startups, Fenox VC, dan Skystar Capital percaya bahwa HijUp kedepannya bisa melayani komunitas fashion muslim secara global. Indonesia memang merupakan salah satu pasar muslim terbesar di dunia. Diajeng percaya Indonesia punya potensi untuk menjadi pusat fashion muslim dunia.

Diajeng Meroket Bersama HiJup - Cantik Tempo.co

HijUp sendiri mengklaim diri telah menarik lebih dari 100 desainer lokal termasuk Dian Pelangi, Ria Miranda, dan Jenahara untuk bergabung di platform-nya. Selain itu juga memiliki 1,6 juta unique visitor dengan 20% pengunjung tersebut berasal dari luar Indonesia, seperti Malaysia, India, dan Amerika Serikat. Bila dilihat pada website-nya, HijUp memang telah menyediakan layanan pengiriman internasional bagi pelanggannya yang berasal dari luar negeri. HiJup terus berkembang dengan jumlah penjualan yang juga semakin meningkat.

 

Medico – Grace Tahir

Memang jarang kita ketahui ada orang yang memilih untuk mendirikan startup dengan beralih dari pekerjaan awalnya yang merupakan pekerjaan umum semacam dokter. Namun Grace Tahir mematahkan asumsi itu, ia yang sebenarnya sudah lebih dari 1 dekade bekerja di sektor kesehatan ini.

Grace Tahir, Ini Kiprah Anak Kedua Konglomerat Tahir Pemilik Mayapada - Entrepreneur Bisnis.com

Awalnya ia adalah seorang entrepreneur dan juga direktur dari RS Mayapada. Hingga pada tahun 2014, Ia menjadi co-founder dari berbagai platform healthtech terutama Medico. Satu tujuan utama Medico yaitu untuk meningkatkan efisiensi sehingga dokter, perawat, tenaga medis dan manajemen lebih dapat berfokus untuk pelayanan ke pasien. Sejak mulai beroperasi pada tahun 2016 lalu dengan dukungan pendanaan dari East Ventures, saat ini Medico telah membukukan tingkat pertumbuhan bulanan mencapai lebih dari 30 persen.