Pemahaman Jenis Bisnis Kecil VS Startup dari Steve Blank

Kata dari Startup sudah menjadi sangat terkenal dalam dunia Bisnis. Pada pusat Teknologi seperti halnya Silicon Valley, maka Singapura atau Hubungan Startup manapun, banyak sudah yang terlibat dalam pembentukan atau bahkan peluncuran Startup mereka sendiri. Walau menurut definisi populer tentang Startup sebagai Perusahaan teknologi dengan kurang dari 100 orang. Jadinya tidak salah, jika dirinya ini gagal menjelaskan keseluruhan atas filosofinya. Mari kalian telusuri arti dari Startup menurut Legenda Silicon Valley oleh Steve Blank ini. 

Definition Part of Startup 

Dari bertahun-tahun lamanya, Investor sudah memperlakukan Startup atas bisnis kecil. Dan hal ini sudah menjadi masalah yang nyata dikarenakan adanya perbedaan atas Konseptual dan Organisasi yang begitu besar antara perusahaan rintisan – bisnis kecil dan juga perusahaan mpo slot online terbaru yang besar. Lalu menurut dari grup Startup Steve Blank, bahwa ini menjadi organisasi sementara yang mampu merancang untuk mencari model bisnis yang bisa diulang dan bisa diskalakan. Sedangkan untuk bisnis kecil ini akan berjalan sesuai dari model bisnis yang tetap. 

Menurut dari pendiri Startup, konsep ini berarti sudah memiliki 3 fungsi utama sebagai berikut : 

  • Bisa dalam memberikan visi produk dengan adanya serangkaian karakteristik. 
  • Membuat rangkaian pemandangan model bisnis terkait atas pelanggan, distribusi dan juga keuangan perusahaannya. 
  • Pahami lanjut, apakah modelnya ini sudah benar berdasarkan dari perilaku pelanggan seperti halnya yang sudah diprediksikan oleh model kalian. 

Bisnis Kecil VS Startup Oleh Steve Blank 

Untuk pemahaman yang jauh lebih baik, kami merekomendasikan ke kalian melihat Steve Blank menjelaskan perbedaan antara Startup dan juga Bisnis melalui Video Youtubenya yang direkomendasikan dari situs renderforest.com. 

Jenis Startup oleh Steve Blank 

1.1 Startup sebagai Gaya Hidup 

Orang-orang yang memang bekerja sendiri. Pengusaha gaya hidupnya dengan menjalani kehidupan pilihan mereka di saat bekerja untuk tidak siapapun, kecuali diri mereka sendiri. Lalu di Silicon Valley, para profesional semacam itu sebagai pembuat dari kode lepas atau perancang web yang memang menyukai pekerjaan mereka karena hasrat yang nyata. 

2.2 Startup bisnis Kecil 

Dalam hal ini bisa memberikan makan keluarga. Lalu Usaha Kecil ini adalah Toko Kelontong, lalu bagian Penata Rambut, Tukang Roti, Agen perjalanan, tukang Kayu, lalu Tukang Listrik dan lainnya. Mereka ini menjadi orang-orang yang mampu menjalankan usahanya sendiri dalam memberikan makan keluarga. Lalu kewirausahaan bisnis kecil ini tidaklah dirancang untuk berskala. 

3.3 Startup yang sangat Scalabel 

Semua terlahir untuk menjadi Besar. Layaknya perusahaan Google – Uber – Facebook – Twitter yang mana menjadi contoh terbaru dari Startup yang bisa saja diskalakan. Lalu sejak awal, dari pendiri percaya sudah bahwa mereka ini akan mengubah dunia. 

Lalu Startup semacam ini bisa saja mempekerjakan yang terbaik dan juga terpandai. Mereka ini selalu mencari adanya model bisnis yang bisa saja diulang dan scalable sekali. Ketika mereka bisa menemukannya, maka mereka akan mampu memulai mencari lebih banyak model usaha untuk meningkatkan bisnis mereka tersebut. Seringkali Startup yang Scalable berkumpul dalam Kelompok Inovasi layaknya ( Silicon Valley, Shanghai, New York, Boston, Israel dan lain sebagainya ). 

4.4 Startup yang bisa Dibeli 

Lahir karena untuk Dibeli ! kurang lebih dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, perusahaan rintisan yang menawarkan solusi web dan juga aplikasi seluler bisa dijual ke perusahaan besar. Nah kecenderungan ini bisa semakin populer. Tujuan mereka bukan untuk membangun perusahaan bernilai dari miliar Dolar, namun untuk bisa dijual ke perusahaan yang jauh lebih besar dengan adanya harga yang cukup ya. 

5.5 Startup pada Perusahaan Besar 

Bisa Berinovasi atau langsung Mati ! dimana perusahaan besar sudah memiliki masa hidup yang terbatas. Perubahan dalam preferensi pelanggan, lalu adanya teknologi baru, masalah undang-undang, lalu adanya pesaing baru bisa menciptakan adanya tekanan, memaksa perusahaan besar untuk membuat produk sangat Inovatif baru untuk pelanggan baru di pasar baru seperti halnya Google dan Android. 

6.6 Startup untuk Sosial 

Menyangkut Misi dan Perbedaan. Mereka ini akan semangat dan terdorong untuk membuat dampaknya. Namun tidak seperti Startup yang bisa saja diskalakan. Misi mereka ini menjadikan dunia tempat yang lebih baik, bukan demi kekayaan tetapi untuk sebuah idenya. 

Startup ini menjadi sebuah Hasrat – lalu sebuah Dorongan hingga Fokus pada idenya. Ini akan menavigasi melalui kesulitan yang tidak akan terhitung untuk menemukan cara menuju sukses. Mengatasi bahkan rintangan yang mustahil untuk di daki. Namun sebenarnya, perjalanan gila ini entah ke mana dan entah bagaimana ini bisa saja berakhir. 

Lalu terlintas pertanyaannya “ Kapan ? “ 

Dimanakah titik balik pada saat sebuah Startup ini bisa menjadi perusahaan lain, dan kehilangan atas status Startup ? 

Jawab : menurut Adam D’Augelli, seorang Associate pada Firma modal ventura True Ventures yang akan berbasiskan di San Francisco, menyatakan sudah bahwa sebuah perusahaan menjadi Startup sampai menemukan produk / pasar yang sesuai dan bisa berkembang. 

Walau bisa diberitahukan definisinya sulit sekali dipahami, ada tanda-tanda bahwa Startup ini bukan lagi menjadi sebuah Startup dan berikut beberapa di antaranya sebagai berikut : 

  1. Kalian bisa membeli Startup lainnya. Dimana dulunya untuk Uber dan Pinterest, keduanya sudah berusia 6 tahun dan menjadi sebuah perusahaan rintisan. Nah saat ini, mereka akan mengkonsumsi startup lain seperti halnya naga. Mereka akan menambahkan kelompok kecil ini ke raksasa mereka yang terus saja berkembang. Jika startup kalian sangat amat mapan, sehingga kalian bisa saja membeli Startup lain yang kemungkinan besar kalian tidak menjalankan Startup. 
  2. Disaat kalian sudah menjadi Investor. Dimana pada saat kalian sudah mencapai titik dalam bisnis kalian, yang mana kalian akan diminta untuk berinvestasi di perusahaan lain, dan kalian bisa yakin bahwa kalian bisa keluar dari tahap Startup itu sendiri. 
  3. Kalian sudah mampu untuk melewati tahapan dalam mengambil resiko tinggi. Bagian ini memang sangat penting di dalam mengembangkan kewirausahaan. Akan tetapi, balik lagi ini menjadi permainan yang sulit sekali untuk dimainkan wirausahawan dalam fase perkembangan mereka yang akan jauh lebih matang. Jika kalian tidak benar-benar sedang mencari investasi besar dan tidak lagi mengorbankan modal pribadi untuk bertahan hidup, maka Status Startup kalian mungkin saja terlalu besar. 
  4. Aturan nya 50 – 100 – 500 .Yang mana banyak sekali Metrik, seperti halnya jumlah atas karyawan, lalu jumlah dari putaran pendanaannya, pendapatan dan lain-lain. Namun penulis dari TechCrunch bernama Alex Wilhelm bisa menetapkan 50 – 100 – 500 sendiri. Lalu menurut dari aturannya, jika sebuah perusahaan memenuhi atau bisa melampaui salah satu kriteria tersebut dan itu bukanlah Startup lagi. (a) tingkat dari pendapatannya sebesar US$50 Jt, (b) tingkatnya 100 atau memang lebih karyawan, (c)  dengan nilainya lebih dari US$ 500 Jt.