Kerjasama Startup Dengan Perusahaan Lain

Di masa pandemi pada saat ini segalanya harus mengalami transformasi atau yang lebih dikenal sebagai perubahan. Faktor kondisi yang begitu mendesak mendorong banyak pihak untuk terus melakukan perubahan dalam fitur yang dilakukan, sistem kerja hingga aneka macam hal lainnya. Banyak pengalaman baru dilaksanakan oleh para siswa dalam aktivitas belajar di sekolahnya yang dimulai dari pelajaran dalam bidang online. Berbagai siswa ‘dipaksa’’ untuk dapat menggunakan fasilitas media jaringan online berbentuk video siaran. Dimana para gurunya menyampaikan materi pelajaran sekolah hingga memberi tugas untuk dikerjakan melalui video online tersebut. Hal ini terjadi akibat dari peraturan pemerintah yang tidak memperbolehkan adanya suatu acara perkumpulan dari jumlah orang yang banyak dimana hal itu dapat menimbulkan kemungkinan tertularnya virus korona yang dikenal dengan istilah klaster covid baru.

Hal yang sama juga terjadi bagi aneka bidang pekerjaan. Banyak bidang usaha yang mengalami pukulan telak akibat dari masalah kesehatan masal ini. Dimana banyak perusahaan yang tidak menjadi suatu aktivitas utama dalam mendukung kehidupan manusia seperti dalam bidang makanan, obat-obatan, serta ekspedisi diberitahu untuk menutup tokonya selama waktu yang menyesuaikan dengan kondisi di lapangan. Terbukti banyak tempat usaha yang mengikuti perintah ini. Beberapa perusahaan terus berusaha untuk menyesuaikan dengan kondisi yang terjadi agar tidak tinggal diam meratapi nasib. Meskipun masih mengalami kerugian dalam jumlah yang cukup besar, namun perusahaan-perusahaan tersebut khususnya dalam bidang startup tetap berusaha untuk menjalankan aktivitas mereka serta melakukan tindakan penyesuaian. Oleh karena itu banyak perusahaan berjenis ini yang memutuskan untuk melakukan kerjasama dengan pihak lain demi meningkatkan pekerjaan kedua belah pihak, serta untuk kepentingan bersama.

 

Fitur Grab Untuk Memenuhi Kebutuhan Sehari-hari

Grab sebagai salah satu perusahaan penyedia jasa yang sedang cukup populer keberadaannya di Indonesia juga melakukan bentuk kolaborasi dengan perusahaan besar MPPA yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari bagi masyarakat di era new normal ini. Aneka bentuk pengiriman produk makanan dan rumah tangga lainnya mulai disediakan sebagai pelengkap dalam memenuhi kebutuhan utama hidup masyarakat. Fitur ini dapat dimanfaatkan melalui fitur Grab Mart yang tersedia dalam pilihan aplikasi Grab. Inovasi ini juga dikerjakan dan berjalan sejalur dengan strategi MPPA mengenai bisnis online dengan menggunakan fitur chat melalui whatsapp serta kerjasama dengan perusahaan eCommerce yang diangkat dari pasar swalayan yaitu Hypermart Online.

Dalam kolaborasi ini, toko virtual mulai dikembangkan bagi beberapa toko swalayan besar seperti contohnya Hypermart, Foodmart, Primo dan Hyfresh untuk bisa menggunakan fitur pengiriman online yang terintegrasi stok ketersediaan barangnya di GrabMart. Hal ini dinilai cukup berguna dalam memberi kemudahan bagi konsumen agar bisa belanja online dengan manfaat yang memberi keamanan karena tidak perlu bertemu secara langsung dengan para orang-orang lain yang tidak diketahui kondisi kesehatannya.

Dalam perkembangannya, lebih banyak jenis produk juga kini mulai dapat diperoleh dari fitur pengiriman menggunakan aplikasi Grab ini. Grab telah berinovasi dengan menyediakan proses berbelanja yang dapat dilakukan secara mudah dan cepat bagi pelanggannya. Fitur ini bahkan memberi garansi untuk produk belanjaan pesanan tersebut bisa diterima dalam waktu kurang dari satu jam. Kini sudah tersedia 27 gerai yang mendukung fasilitas kerjasama dengan fitur belanja secara online ini dan tersedia di daerah Jabotabek, Bandung, Semarang, serta Jogjakarta.

Perusahaan MPPA itu sendiri pun berencana akan menambah lebih banyak gerai lagi pada tahun 2020. Perkembangan ini diinfokan akan memberi berbagai macam barang pesanan dengan jaminan kualitas produk yang baik, harga yang bersaing, serta tak lupa aneka promo yang tersedia di toko perseroan untuk bisa turut digunakan. Bahkan dalam menjamin kualitas barang segar agar tetap terjaga kebaikannya, MPPA hanya akan mengirim barang tersebut ke rumah pelanggan yang berada dalam jangkauan 10 kilometer dari toko. Upaya ini pun dinilai kalangan publik cukup mendukung program pemerintah dalam mencegah penyebaran virus covid-19 untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga masyarakat. Fitur Grab Mart bahkan telah berkembang hingga ke 8 macam negara di kawasan Asia Tenggara, yaitu tersebar di 50 kota dari negara Singapura, Indonesia, Malaysia, Vietnam, Thailand, Filipina, Myanmar, dan Kamboja.

 

Kerjasama HappyFresh Dengan Lalamove Dalam Fitur Pengiriman

Tidak hanya aplikasi Grab yang memberi manfaat pengiriman barang segar kebutuhan sehari hari untuk bisa diterima menggunakan jalur pengiriman. Aplikasi HappyFresh sebagai startup yang bergerak di bidang groceries kini terbilang cukup aktif dalam menyalurkan makanan segar buah dan terutama sayur-sayuran segar untuk mencukupi kebutuhan gizi dan vitamin bagi masyarakat. Ditambah dengan informasi yang menekankan pola hidup sehat serta anjuran untuk lebih banyak mengonsumsi makanan sehat yang mengandung banyak gizi seperti buah-buahan dan aneka sayur segar. Perusahaan ini juga kini telah melakukan kerjasama dengan perusahaan pengirim barang secara online seperti yang bernama Lalamove.

Maka dengan kepentingan ini jumlah penjualan dari produk yang ditawarkan penyedia makanan segar ini meningkat hingga cukup drastis. Jika di masa awal penjualan buah dan sayur hanya mencapai jumlah yang standar, maka jumlahnya semenjak kondisi pandemi ini meningkat hingga 5 hingga 10 kali lipat dari transaksi pada umumnya. Bahkan perusahaan makanan segar ini juga mendapat tambahan dana sebesar USD 20 juta atau berkisar Rp 280 miliar yang dikumpulkan dari berbagai investor, seperti Grab Ventures, Marae Asset-naver Asia Growth Fund yang juga menjadi investor dari aplikasi eCommerce online Bukalapak, Live Ventures, Singha Ventures, Sinar Mas Digital Ventures, 500 Startups, serta BeeNext.

 

Kerjasama Pertemuan Online Dalam Bentuk Video

Kerjasama usaha pertemuan dengan menggunakan fitur video conference online pun dinilai saat ini sedang banyak digunakan para masyarakatnya. Salah satu aplikasi pelopor yang begitu terkenal di awal-awal berkembangnya fitur ini bernama Zoom. Menjadi suatu aplikasi online yang dapat digunakan dua hingga lebih anggota nya mulai dari durasi waktu singkat yang terbatas untuk penggunaan secara gratis, hingga durasi panjang dengan penggunaan yang berbayar.

Di masa kini akibat dari perlu diadakan perubahan, banyak perusahaan lain turut serta menciptakan fitur untuk bisa membuat video pertemuan secara online seperti Zoom ini. Maka dari itu tentunya aplikasi Zoom telah memiliki banyak saingan dari perusahaan lainnya. Contohnya seperti perusahaan raksasa Google yang juga telah menyediakan fitur pertemuan onlinenya dengan nama Google Meet. Selain itu persaingan antar perusahaan pun banyak yang membuat aplikasi Zoom diterpa isu-isu negatif seperti telah dihack maupun disusupi pengintai yang dapat menarik data para penggunanya saat melakukan video pertemuan online menggunakan aplikasi ini. Namun aplikasi Zoom ini telah terlebih dahulu dikenal banyak orang hingga tidak berhenti memperbaiki kemampuan yang disediakan dalam aplikasi bagi penggunanya.

Di era terbaru ini, Zoom bahkan dikabarkan turut serta menggandeng perusahaan besar Oracle Cloud demi memberi fasilitas penyimpanan data bagi aktivitas pertemuan video onlinenya. Melalui aplikasi Cloud ini juga banyak media dapat disampaikan untuk keperluan presentasi yang memerlukan berbagai media berukuran besar. Hal ini dinilai cukup membantu, dimana banyak kegiatan semakin beralih ke fitur yang menggunakan media online jauh lebih banyak melebihi pertemuan langsung. Bagaimana pendapatmu akan aneka bentuk kerjasama antar startup ini? Apakah kamu tertantang untuk turut serta menciptakan usaha berjenis startup ini yang dapat memberi manfaat lain dan belum ada di masa kini?